Friday, February 12, 2021

Prinsip Berkarya Seni Rupa - Penjelasan dan Gambar Lengkap

Berkarya seni rupa merupakan kegiatan yang diawali dengan menentukan objek karya yang akan dibuat. objek karya dapat berupa hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, dan kumpulan benda-benda yang disusun sesuai dengan komposisi, proporsi, keseimbangan, dan irama yang baik sehingga gambar memiliki satu kesatuan yang utuh.

Baca Juga: Unsur-Unsur Visual Seni Rupa

Prinsip-Prinsip Berkarya Seni Rupa

Proses berkarya seni rupa memerlukan pengamatan yang baik pada objek yang akan dibuat karya. Pengamatan ini sangat penting supaya karya dapat terlihat baik, menarik, dan memiliki keindahan. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam berkarya seni rupa adalah komposisi, proporsi, keseimbangan, dan kesatuan. Prinsip-prinsip berkarya seni rupa adalah sebagai berikut:

1) Komposisi

Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa sehingga menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi. Komposisi merupakan cara menyusun dan mengatur objek yang digunakan sebagai bahan untuk berkarya sehingga hasil karya tampak menarik dan indah. Komposisi dapat dibuat melalui bentuk, warna, jenis objek dan latar belakang. Beberapa contoh bentuk komposisi dapat dilihat pada pola yang disusun sebagai berikut.

Baca Juga: Teknik Mengolah Unsur Visual Seni Rupa

a) Komposisi Simetris, Benda atau model yang menjadi objek karya diletakkan pada posisi seimbang antara sebelah kiri dan sebelah kanannya dan memiliki keseimbangan benda yang sama dalam bentuk dan ukurannya.

Gambar Komposisi Simetris

b) Komposisi Asimetris, Pada posisi asimetris, benda diletakkan dalam posisi tidak sama baik dalam posisi maupun ukurannya namun demikian masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan antar benda.

Gambar Komposisi Asimetris

c) Komposisi Sentral, Pusat perhatian benda atau objek karya terletak di tengah-tengah bidang untuk karya. Penempatan model diatur sesuai dengan proporsi bentuk model dan diatur seimbang dan memiliki kesatuan antar benda.

Gambar Komposisi Sentral

Baca Juga: Membuat Nirmana Unsur-Unsur Seni Rupa

2) Proporsi

Proporsi adalah perbandingan yang ideal dan harmonis antara bagian-bagian benda yang menjadi objek karya yang dapat diamati. Proporsi menjadi bagian penting dalam berkarya seni rupa, tanpa adanya proporsi maka karya tidak akan terlihat indah atau bisa juga disebut proporsi merupakan komponen yang harus dipenuhi dalam berkarya seni rupa.

Gambar Proporsi

3) Keseimbangan

Keseimbangan merupakan prinsip dalam menggambar yang artinya adalah keselarasan antara bidang gambar, objek gambar, dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan hasil gambar model dapat diperoleh dengan cara membuat skala, memberi efek perspektif pada objek gambar dan sudut pandang penggambar.

Gambar Keseimbangan

4) Kesatuan

Kesatuan merupakan suatu penggambaran objek yang memberikan kesan adanya kesatuan unsur-unsur yang terpadu. Kesatuan artinya keterpaduan dari bagian-bagian gambar, tidak terkesan terbelah atau terpisah.

Gambar Kesatuan (semua objek karya tentang alam)
Lukisan Karya Robert Santari (Seniman Naturalisme dari Tuban - Jawa Timur)

sumber: modul seni budaya untuk smp/mts kelas 8

Labels:

Membuat Nirmana Unsur-Unsur Seni Rupa

Kehadiran seni dalam kehidupan manusia telah ada sejak manusia lahir, dengan demikian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat lepas dari seni. Misalnya, dalam memilih pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mobil, rumah, dan lain sebagainya. Dalam memilih tersebut manusia tentu memperhitungan berbagai aspek, seperti: warna, motif, bentuk, fungsi, komposisi, estetik, dan lain-lain.

Baca Juga: Pengertian Warna, Dimensi Warna Hue Ragam Warna Primer, Sekunder, Tersier, Dimensi Warna Value Terang Gelap Warna, Dimensi Intensity Saturation Cerah Suram Warna

Dari hal tersebut di atas manusia sebelum berkarya seni rupa, sudah seharusnya mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam karya yang akan dibuat tersebut. Secara umum, unsur-unsur seni rupa meliputi titik, garis, warna, bidang, ruang dan tekstur. Jika unsur-unsur tersebut berdiri sendiri-sendiri kadang-kadang tidak memiliki makna. Dalam seni rupa kadang mendengar istilah nirmana, apa sebenarnya nirmana tersebut?. Nirmana merupakan kegiatan pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seni rupa seperti titik, garis, warna, bidang, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (dua dimensi) dan trimatra (tiga dimensi) yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana (rupa dasar) merupakan ilmu yang mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan persepsi, ruang, bentuk, warna, dan bahan berwujud dua dimensi atau tiga dimensi. Unsur dasar bentuk dua dimensi adalah segitiga, segi empat, lingkaran, dan bentuk organik, sedangkan unsur dasar bentuk tiga dimensi adalah balok, prisma, bola, dan wujud tak beraturan.

Baca Juga: Macam-Macam Kombinasi Warna, Komposisi Warna Komplementer, Komposisi Warna Panas dan Warna Dingin, Komposisi Warna Monokromatik, Komposisi Warna Analogus

Unsur penciptaan rupa yang utama adalah gambar, melalui gambar manusia dapat menuangkan imajinasi atau gagasan kreatifnya. Gambar merupakan “bahasa” yang universal. Gambar telah menjadi alat komunikasi selama berabad-abad, bahkan hingga kini di era modern. Gambar memiliki fungsi yang sangat beragam, untuk mewujudkan sebuah gambar agar berfungsi diperlukan unsur-unsur seni rupa yang dapat dipahami semua orang.

Baca Juga: Arti Warna dalam Ilmu Tata Ruang Cina atau Arti Warna Menurut Fengshui

Unsur-Unsur Seni Rupa Ada beberapa unsur yang menjadi dasar terbentuknya wujud seni rupa, yaitu : titik, garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur.

  1. Titik
    Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar (esensial), dari sebuah titik dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. sebuah gambar dalam bidang gambar akan berawal dari sebuah titik dan berhenti pada sebuah titik juga.
    Gambar Titik

  2. Garis
    Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang,rangkaian masa dan warna. Garis bisa panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, melengkung, berombak, vertikal, horizontal, diagonal, patah-patah, putusputus, dan sebagainya. Berbagai macam garis tersebut memiliki karateristik yang berbeda-beda.seperti; keras, kokoh, stabil, lembut, dinamis, gerak, dan masih banyak lagi. Dengan media garis ini dapat dibuat tulisan, gambar, coretan, simbol, dan lain-lain, sehingga garis menjadi unsur utama dalam seni rupa.
    Gambar Garis

  3. Bidang
    Bidang merupakan suatu area yang dibuat oleh garis, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas serta mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis. Bentuk bidang sangat bervariaisi, dapat geometris, organis, bersudut, tak teratur, dan bulat. Bidang-bidang yang datar tersebut apabila disusun seolah-olah membentuk kesan tiga dimensi.
    Gambar Bidang

  4. Bentuk
    Titik, garis, atau bidang akan menjadi bentuk apabila terlihat. Sebuah titik betapapun kecilnya pasti mempunyai raut, ukuran, warna, dan tekstur.
    Bentuk ada dua macam, yaitu:
    • Bentuk dua dimensi yang memiliki dimensi panjang dan lebar
    • Bentuk tiga dimensi yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tebal/volume.
    Gambar Bentuk

  5. Warna
    Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya.
    Secara umum warna dapat digolongkan menadi tiga kelompok utama, yaitu:
    1). Warna primer: warna pokok yang tidak bisa dihasilkan dari warna yang lain, contoh: merah, biru, dan kuning
    2). Warna sekunder: warna hasil campuran yang seimbang antara warna primer dengan warna primer, contoh:
    • warna ungu (violet) campuran merah dan biru,
    • warna orange campuran warna merah dan kuning, dan
    • warna hijau campuran warna kuning dan biru.
    3). Warna tersier: merupakan hasil campuran warna sekunder dengan warna primer, contoh:
    • warna merah ungu campuran warna merah dengan ungu
    • warna ungu biru campuran warna ungu dengan biru
    • warna hijau biru campuran warna hijau dengan biru
    • warna kuning hijau campuran warna kuning dengan hijau
    • warna orange kuning campuran warna orange dengan kuning
    • warna merah orange campuran warna merah dengan orange
    Disamping itu juga dikenal dengan istilah warna komplementer, yaitu dua warna yang terletak tepat berseberangan atau berhadapan pada garis lurus yang ditarik melalui titik pusat lingkaran warna.
    Beberapa warna komplementer:
    • Warna merah komplemen dengan warna hijau
    • Warna kuning komplemen dengan warna ungu (violet)
    • Warna biru komplemen dengan warna orange

    Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
    a. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu
    warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
    b. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna.
    Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
    c. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang
    berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
  6. Tekstur
    Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus, kasar, licin, dan sebagainya.
    Berdasarkan hubungannya dengan indera penglihatan, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
    a. Tekstur nyata, yaitu tekstur yang jika diraba maupun dilihat secara fisik tersa kasar dan halusnya.
    b. Tekstur semu, yaitu tekstur yang tidak memiliki kesan yang sama antara yang dilihat dan diraba. Tekstur semu terjadi karena kesan perspektif dan gelap terang.
    Gambar Tekstur

sumber: bse kriya keramik untuk smk jilid 1

Labels:

Thursday, February 4, 2021

Teori Warna Menurut Brewster, Moses Harris, Von Goethe, Philip Otto Runge, Edward Hering, Odgen Roods

Warna menjadi bagian kehidupan manusia sehari-hari dan teraplikasikan dalam berbagai perabot, pakaian, rumah, makanan dan lingkungan. Warna merupakan unsur dalam seni rupa yang sangat penting dan telah diakui sebagai salah satu wujud keindahan yang dapat dilihat oleh mata manusia. Warna yang terlihat oleh mata adalah hasil pembiasan cahaya pada prismatic yang menimbulkan spectrum warna seperti yang terlihat pada pelangi. Bila tidak ada cahaya, maka tidak akan terbentuk warna.

Baca Juga: Pengertian Warna, Dimensi Warna Hue Ragam Warna Primer, Sekunder, Tersier, Dimensi Warna Value Terang Gelap Warna, Dimensi Intensity Saturation Cerah Suram Warna

Salah satu teori warna yang terkenal adalah lingkaran warna yang diciptakan oleh Moses Harris pada tahun 1766 yang dirangkum dari warna primer (merah, kuning, biru). Pada tahun 1793 Johann Wolfgang von Goethe dan Philip Otto Runge tahun 1810 menciptakan teori warna berdasarkan lingkaran warna tiga dimensional.

Lingkaran warna Moses Harris

Lingkaran warna Von Goethe

Lingkaran warna Philip Otto Runge


Teori warna juga diciptakan oleh Edward Hering pada tahun 1878 dan Odgen Roods pada tahun 1879 yang berpedoman pada warna dasar merah, hijau, dan biru. Edward Hering dikenal sebagai seorang ahli psikologi yang banyak mengkaji warna dari sudut persepsi manusia, sedangkan Odgen Roods adalah seorang ahli fisika yang mengkaji warna dari aspek fisika.

Lingkaran warna Edward Hering

Lingkaran warna Odgen Roods

Teori warna yang dikemukakan oleh Brewster, menyebutkan bahwa warna dapat digolongkan dalam tiga kelompok utama, yaitu:


1) Warna primer atau warna utama yang terdiri dari warna merah, biru, dan kuning.
2) Warna sekunder atau warna campuran dari warna primer secara seimbang yang terdiri dari warna hijau (kuning dicampur biru), ungu (merah dicampur biru) dan orange (merah dicampur kuning).
3) Warna tersier adalah warna hasil percampuran warna sekunder secara seimbang.

Warna Primer

Warna Sekunder

Warna Tersier

Selain teori dasar tentang warna di atas, ada juga aplikasi warna untuk mencapai tingkat harmonisasi rupa. Harmoni warna terjadi dengan baik bila mempertimbangkan aspek keseimbangan, keteraturan, dan kekontrasan antara dua atau lebih jenis warna yang didekatkan satu sama lain. Aplikasi warna disebut warna komplementer.


Warna komplementer terjadi karena warna yang berseberangan. Warna komplementer yang ekstrim yaitu warna yang berseberangan secara ekstrim, misalnya hijau dan merah. Warna komplementer terpisah yaitu warna komplementer yang berdekatan, misalnya kuning dan ungu. Warna analogus yaitu warna yang berdekatan, misalnya kuning dan hijau.

Warna Analogus

Warna komplementer ekstrim

Warna komplementer terpisah

sumber: bse dasar artistik 1 smk kelas x semester 1

Labels:

Sunday, February 2, 2020

Unsur-Unsur Visual Seni Rupa

Pengertian
Unsur-unsur visual senirupa merupakan beberapa unsur utama yang mendasari terciptanya sebuah karya senirupa. Misalnya kita akan membuat suatu lukisan, maka langkah pertama pasti kita memulainya dengan membuat sebuah titik, kemudian kita lanjutkan terus samapai akhirnya terciptalah sebuah lukisan yang indah dan mengesankan.


Berikut adalah beberapa unsur visual senirupa yang harus kita ketahui agar karya-karya kita menjadi indah dan menarik:

1. Titik
Titik adalah unsur visual senirupa yang relatif kecil dan bagian pinggirnya berbentuk tidak beraturan menyerupai noda kotoran sehingga titik ini biasa disebut juga dengan istilah “Noktah”. Hanya dengan menggunakan unsur “titik” saja kita sudah bisa menghasilkan sebuah karya yang bagus.

2. Garis
Garis adalah semua torehan benda yang dilakukan pada bidang taferil (nyata) yang menghasilkan suatu goresan kasat mata (dapat dilihat).

Menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

a. Garis Linier (garis nyata)
Garis nyata merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan tangan manusia yang dapat kita lihat denga mata.

Garis linier diantaranya sebagai berikut:
  • Garis Geometrik, yaitu garis yang dibuat goresan tangan manusia dengan menggunakan alat bantu, seperti penggaris, jangka, atau sejenisnya yang menggambarkan sifat tepat, jelas, dan pasti.
  • Garis kalianimasi, yaitu garis yang dibuat dengan goresan tangan manusia tanpa menggunakan alat bantu yang sifatnya spontan, bebas, berkombinasi, dan berkarakter mandiri atau pribadi.
b. Garis semu
Garis semu merupakan garis yang timbul dari kesan yang kita tangkap. Garis yang secara nyata sebenarnya dilihat tidak ada, namun kehadirannya atau keadaannya bisa dirasakan dengan perasaan hati.

Garis semu diantaranya sebagai berikut:
  • Garis Struktural, yaitu garis yang timbul karena adanya kesan garis yang kita tangkap dari batasan antara bentuk dengan ruang, antara bidang dengan bidang lain, atau pemisahan antara warna. Adanya perbedaan warna pada bidang seakan-akan ada garis.
  • Garis Pengikat, yaitu garis yang timbul karena adanya kesan garis yang kita tangkap antar alur perpindahan suatu masa dari unsur satu ke unsur yang lain. Garis ini bisa kita ditangkap melalui perasaan dalam hati yang terjadi adanya gerakan atau pengulangan gerak yang cepat suatu obyek. Loncatan katak seakan ada garis pengikat.

Dilihat dari aspek teratur dan tidaknya, garis dapat dibagi menjadi dua sebagai berikut:
  • Garis teratur, yaitu garis yang terbentuk dengan pengulangan yang teratur. Contoh:
  • Garis tidak teratur, yaitu garis yang terbentuk dengan pengulangan yang tidak teratur. Contoh: 
Selain itu garis juga dapat dibedakan berdasarkan kuat dan tidaknya tekanan yang mana setiap garis dengan tekanan yang berbeda maka akan memiliki sifat yang berbeda pula.

Berikut adalah macam-macam bentuk garis dan sifatnya dilihat berdasarkan kuat dan tidaknya tekanan:

3. Bidang
Bidang adalah unsur visual senirupa yang tersusun dari beberapa garis yang semua ujungnya saling berhubungan. Bidang ini hanya memiliki ukuran keluasan (Panjang X Lebar saja).
Berikut adalah contoh bidang dasar 2 dimensi:

4. Bentuk
Bentuk adalah unsur visual senirupa yang tersusun dari beberapa bidang yang saling menyatu sehingga menghasilkan wujud 3 dimensi.
Berikut adalah contoh bentuk dasar 3 dimensi:

Berdasarkan keberadaannya, bentuk ada dua macam, diantaranya:
  • Bentuk figuratif, yaitu bentuk nyata yang sesuai dengan keadaan aslinya, Contoh: Patung berbentuk kucing.
  • Bentuk non figuratif, yaitu bentuk tidak nyata yang tidak sesuai dengan keadaan aslinya, Contoh: Patung berbentuk abstrak.
Berdasarkan susunannya, bentuk ada dua macam, diantaranya:
  • Bentuk geometris, yaitu bentuk yang dibuat secara beraturan atau bentuk objek yang dibuat dengan mempergunakan bentuk dasar yang beraturan, Contoh: Bentuk kubus (Bentuk beraturan). Bentuk Rumah (Bentuk objek dengan mempergunakan bentuk dasar beraturan seperti: rumah yang terbuat dari bentuk kubus dan prisma).
  • Bentuk non geometris, yaitu bentuk yang dibuat secara tidak beraturan. Contoh: Bentuk pohon, bentuk bunga.
5. Tekstur
Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan, baik itu nyata maupun semu. 
  • Tekstur nyata yaitu tekstur suatu permukaan yang mana antara dilihat dan diraba terlihat dan terasa sama.  contoh: Batu (teksturnya kasar), Kaca (teksturnya halus).
  • Tekstur semu yaitu tekstur suatu permukaan yang mana antara dilihat dan diraba terlihat dan terasa tidak sama. Tekstur semacam ini hanya memberi kesan imajinatif pada perasaan. contoh: Lukisan kaca dengan objek sebuah batu (teksturnya bila dilihat terasa kasar sesuai karakter batu, tetapi bila diraba terasa halus seperti karakter lukisan di atas kaca).
6. Volume/ruang
Volume/ruang adalah unsur visual senirupa yang menunjukkan kesan keluasan, kedalaman, cekungan, jauh dan dekat. Volume/ruang ini dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
  • Volume /ruang dalam bentuk nyata, misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada toples, dll.
  • Ruang dalam bentuk semu (imajinatif), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan, gambar, mural, grafity, dll.
7. Warna
Dalam seni rupa, warna berarti pantulan sinar cahaya yang berasal dari suatu benda dan dipengaruhi oleh pigmen (butiran halus pada warna)  yang terdapat pada permukaan benda.

Berikut adalah macam-macam jenis warna:
  1. Warna primer, yaitu warna dasar atau warna pokok yang tidak dapat diperoleh dari campuran warna lain. Contoh: Merah, Kuning, dan Biru
  2. Warna skunder, yaitu warna yang diperoleh dari campuran antara dua warna primer yang seimbang. Contoh: Ungu , (Merah + Biru ), Orange/Jingga , (Merah + Kuning), Hijau , (Biru + Kuning).
  3. Warna tersier, yaitu warna hasil pencampuran antara 1 warna primer dan 1 warna skunder. Contoh: Warna Merah - Orange , (Merah + Orange)
  4. Warna analogus, yaitu deretan warna yang letaknya berdampingan dalam lingkaran warna. Misalnya deretan dari warna Ungu menuju warna Merah, deretan warna Hijau menuju warna Kuning, dll
  5. Warna komplementer, yakni warna kontras yang letaknya berseberangan dalam lingkaran warna. Misalnya Kuning dengan Ungu, Merah dengan Hijau, Orange dengan Biru, dll.

Baca juga: Warna,

Berikut adalah arti warna secara umum dalam dunia senirupa :
  • Putih berarti suci, bersih, keagungan.
  • Hitam berarti berkabung, kematian, resmi.
  • Merah berarti berani, bergelora, jiwa muda, marah.
  • Biru berarti tenang, damai, percintaan
  • Kuning berarti kemegahan, keangkuhan.
  • Hijau berarti kehidupan, kesejukan, kenyamanan, keasrian.
  • Oranye berarti kemandirian, cinta kasih.

    Labels:

    Teknik Mengolah Unsur Visual Seni Rupa

    Ada beberapa teknik dalam mengolah unsur visual senirupa diantaranya dilakukan dengan cara menata, mengkomposisikan, mengatur, menyusun, menciptakan variasi, ataupun merancang unsur visual senirupa tersebut menjadi sesuatu yang menggugah persepsi pengamat. Beberapa teknik dalam mengolah unsur visual senirupa diantaranya adalah sebagai berikut:

    Baca juga: Kombinasi Warna

    1. Komposisi
    Komposisi dalam seni rupa adalah penataan susunan objek didalam suatu karya seni rupa. Ada beberapa model komposisi di antaranya seperti gambar di bawah ini:
    • Komposisi Simetris, adalah penataan objek pada semua bagian disusun sama dengan bentuk yang sama pula, sehingga keseimbangan tercipta dengan sendirinya.
    • Komposisi Asimetris, adalah penataan objek pada tiap bagian tidak sama dengan bentuk yang tidak sama pula, tetapi memiliki keseimbangan yang sama.
    • Komposisi Sentral, adalah penataan objek secara memusat dengan bagian  tengah sebagai porosnya, sehingga keseimbangan dapat tercapai.
    • Komposisi Segitiga, adalah penataan objek yang diletakkan pada bagian yang berbeda, tetapi dari tiap bagian itu kalau dibuat garis lurus akan tercipta satu bentuk segitiga, dengan demikian keseimbangan pun dapat terwujud.
    2. Proporsi
    Proporsi adalah ukuran perbandingan bentuk yang serasi sehingga tidak menimbulkan kejanggalan/keanehan.

    3. Kontras
    Kontras adalah dua hal yang saling bertolak belakang didampingkan dalam satu kesatuan. Maksud dari penyusunan kontras ini biasanya untuk menguatkan suatu bentuk sehingga menjadi harmonis.

    4. Irama
    Irama adalah perpindahan atau perubahan bentuk yang ditata sedemikian rupa sehingga terasa timbulnya suatu gerak imajinatif yang dinamis.

    5. Keserasian/Harmoni
    Keserasian disebut juga harmoni yaitu suatu susunan bentuk yang diatur sedemikian rupa sehingga antara yang satu dan yang lainnya terpadu saling isi menjadi satu kesatuan yang utuh.

    Demikianlah Teknik mengolah unsur visual seni rupa, semoga dapat membantu anda dalam mempelajari lebih jauh lagi tentang dunia seni.

    Labels:

    Friday, January 31, 2020

    Contoh Gambar Nirmana 2 Matra / Nirmana 2 Dimensi

    Nirmana merupakan perpaduan dari dua kata yaitu nir berarti tidak, mana berarti makna, jika digabungkan berarti Tidak berarti atau Tidak mempunyai makna. Jika di artikan lebih dalam nirmana berarti lambang-lambang bentuk yang tidak bermakna tetapi memiliki suatu nilai keindahan yang dilihat sebagai kesatuan pola, warna, komposisi, irama, nada dalam desain. Bentuk yang dipelajari biasanya diawali dari bentuk dasar seperti kotak, segitiga, bulat, yang mana sebelumnya tidak berarti apa-apa, kemudian dipadukan sedemikian rupa menjadi mempunyai sebuah karya yang memiliki makna tertentu.

    Karya Nirmana dapat terbentuk melalui proses penyusunan berbagai bentuk dasar. Penyusunan adalah suatu proses pengaturan atau disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk menjadi satu susunan baik. Ada beberapa ketentuan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk itu. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta wajib layak disebut karya baik. Perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif pada penciptanya.

    Berikut adalah beberapa contoh karya seni Nirmana 2 Matra, atau disebut juga Desain 2 Dimensi :

    1
    2
    3
    4
    5
    6
    7
    8

    Labels: