Friday, February 12, 2021

Membuat Nirmana Unsur-Unsur Seni Rupa

Kehadiran seni dalam kehidupan manusia telah ada sejak manusia lahir, dengan demikian dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat lepas dari seni. Misalnya, dalam memilih pakaian, sepatu, perabot rumah tangga, mobil, rumah, dan lain sebagainya. Dalam memilih tersebut manusia tentu memperhitungan berbagai aspek, seperti: warna, motif, bentuk, fungsi, komposisi, estetik, dan lain-lain.

Baca Juga: Pengertian Warna, Dimensi Warna Hue Ragam Warna Primer, Sekunder, Tersier, Dimensi Warna Value Terang Gelap Warna, Dimensi Intensity Saturation Cerah Suram Warna

Dari hal tersebut di atas manusia sebelum berkarya seni rupa, sudah seharusnya mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam karya yang akan dibuat tersebut. Secara umum, unsur-unsur seni rupa meliputi titik, garis, warna, bidang, ruang dan tekstur. Jika unsur-unsur tersebut berdiri sendiri-sendiri kadang-kadang tidak memiliki makna. Dalam seni rupa kadang mendengar istilah nirmana, apa sebenarnya nirmana tersebut?. Nirmana merupakan kegiatan pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seni rupa seperti titik, garis, warna, bidang, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra (dua dimensi) dan trimatra (tiga dimensi) yang harus mempunyai nilai keindahan. Nirmana (rupa dasar) merupakan ilmu yang mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan persepsi, ruang, bentuk, warna, dan bahan berwujud dua dimensi atau tiga dimensi. Unsur dasar bentuk dua dimensi adalah segitiga, segi empat, lingkaran, dan bentuk organik, sedangkan unsur dasar bentuk tiga dimensi adalah balok, prisma, bola, dan wujud tak beraturan.

Baca Juga: Macam-Macam Kombinasi Warna, Komposisi Warna Komplementer, Komposisi Warna Panas dan Warna Dingin, Komposisi Warna Monokromatik, Komposisi Warna Analogus

Unsur penciptaan rupa yang utama adalah gambar, melalui gambar manusia dapat menuangkan imajinasi atau gagasan kreatifnya. Gambar merupakan “bahasa” yang universal. Gambar telah menjadi alat komunikasi selama berabad-abad, bahkan hingga kini di era modern. Gambar memiliki fungsi yang sangat beragam, untuk mewujudkan sebuah gambar agar berfungsi diperlukan unsur-unsur seni rupa yang dapat dipahami semua orang.

Baca Juga: Arti Warna dalam Ilmu Tata Ruang Cina atau Arti Warna Menurut Fengshui

Unsur-Unsur Seni Rupa Ada beberapa unsur yang menjadi dasar terbentuknya wujud seni rupa, yaitu : titik, garis, bidang, bentuk, warna, dan tekstur.

  1. Titik
    Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar (esensial), dari sebuah titik dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. sebuah gambar dalam bidang gambar akan berawal dari sebuah titik dan berhenti pada sebuah titik juga.
    Gambar Titik

  2. Garis
    Garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu benda, ruang,rangkaian masa dan warna. Garis bisa panjang, pendek, tebal, tipis, lurus, melengkung, berombak, vertikal, horizontal, diagonal, patah-patah, putusputus, dan sebagainya. Berbagai macam garis tersebut memiliki karateristik yang berbeda-beda.seperti; keras, kokoh, stabil, lembut, dinamis, gerak, dan masih banyak lagi. Dengan media garis ini dapat dibuat tulisan, gambar, coretan, simbol, dan lain-lain, sehingga garis menjadi unsur utama dalam seni rupa.
    Gambar Garis

  3. Bidang
    Bidang merupakan suatu area yang dibuat oleh garis, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas serta mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis. Bentuk bidang sangat bervariaisi, dapat geometris, organis, bersudut, tak teratur, dan bulat. Bidang-bidang yang datar tersebut apabila disusun seolah-olah membentuk kesan tiga dimensi.
    Gambar Bidang

  4. Bentuk
    Titik, garis, atau bidang akan menjadi bentuk apabila terlihat. Sebuah titik betapapun kecilnya pasti mempunyai raut, ukuran, warna, dan tekstur.
    Bentuk ada dua macam, yaitu:
    • Bentuk dua dimensi yang memiliki dimensi panjang dan lebar
    • Bentuk tiga dimensi yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan tebal/volume.
    Gambar Bentuk

  5. Warna
    Warna merupakan kesan yang ditimbulkan oleh cahaya terhadap mata, oleh karena itu warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya.
    Secara umum warna dapat digolongkan menadi tiga kelompok utama, yaitu:
    1). Warna primer: warna pokok yang tidak bisa dihasilkan dari warna yang lain, contoh: merah, biru, dan kuning
    2). Warna sekunder: warna hasil campuran yang seimbang antara warna primer dengan warna primer, contoh:
    • warna ungu (violet) campuran merah dan biru,
    • warna orange campuran warna merah dan kuning, dan
    • warna hijau campuran warna kuning dan biru.
    3). Warna tersier: merupakan hasil campuran warna sekunder dengan warna primer, contoh:
    • warna merah ungu campuran warna merah dengan ungu
    • warna ungu biru campuran warna ungu dengan biru
    • warna hijau biru campuran warna hijau dengan biru
    • warna kuning hijau campuran warna kuning dengan hijau
    • warna orange kuning campuran warna orange dengan kuning
    • warna merah orange campuran warna merah dengan orange
    Disamping itu juga dikenal dengan istilah warna komplementer, yaitu dua warna yang terletak tepat berseberangan atau berhadapan pada garis lurus yang ditarik melalui titik pusat lingkaran warna.
    Beberapa warna komplementer:
    • Warna merah komplemen dengan warna hijau
    • Warna kuning komplemen dengan warna ungu (violet)
    • Warna biru komplemen dengan warna orange

    Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
    a. Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu
    warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
    b. Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna.
    Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
    c. Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang
    berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
  6. Tekstur
    Tekstur adalah nilai raba dari suatu permukaan baik nyata maupun semu, bisa halus, kasar, licin, dan sebagainya.
    Berdasarkan hubungannya dengan indera penglihatan, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
    a. Tekstur nyata, yaitu tekstur yang jika diraba maupun dilihat secara fisik tersa kasar dan halusnya.
    b. Tekstur semu, yaitu tekstur yang tidak memiliki kesan yang sama antara yang dilihat dan diraba. Tekstur semu terjadi karena kesan perspektif dan gelap terang.
    Gambar Tekstur

sumber: bse kriya keramik untuk smk jilid 1

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home